Beranda

Mortar adalah campuran yang bersifat plastis dan mudah dikerjakan yang dibentuk dari campuran semen, air dan agregat halus (pasir) sebagai pengikat dalam konstruksi pemasangan batu dan mengisi kekosongan antara batu.

Mortar pertama terbuat dari lumpur dan tanah liat. Karena kurangnya batu dan berlimpahnya tanah liat, pembangunan diBabilonia menggunkan batu bata, dengan lumpur dari lapangan sebagai mortar. Menurut Roman Ghirshman, bukti pertama manusia menggunakan bentuk mortar berada di Ziggurat dari Sialk di Iran, dibangun dari batu bata dijemur di 2900 SM Candi Chogha Zanbil di Iran dibangun di sekitar 1250 SM dengan dibangun dengan bahan batu yang dibakar membentuk mortar yang kuat berbentuk seperti aspal.

Pada Piramida mesir yang dibangun pada rentang 2600-2500 SM, blok-blok kapur diikat oleh campuran lumpur dan tanah liat, atau tanah liat dan pasir. Setelah itu piramida Mesir dibangun dengan menggunakan mortar yang terbuat dari gips atau kapur. Gypsum mortar pada dasarnya adalah campuran gypsum yang telah dipanaskan dan pasir dan menghasilkan campuran yang cukup lunak.

Menurut sejarah, keterampilan membangun dengan menggunakan beton dan mortar muncul di Yunani. Penggalian saluran air bawah tanah di Megara mengungkapkan bahwa reservoir itu dilapisi dengan mortar pozzolan setebal 12 mm. Pozzolan mortar yang digunakan adalah mortar dengan bahan baku kapur dan dicampur dengan aditif abu vulkanik yang memungkinkan untuk mengeras dalam air, sehingga dikenal sebagai semen hidrolik. Orang-orang Yunani memperoleh abu vulkanik dari pulau-pulau Yunani Thira dan Nisiros, atau dari koloni Yunani di Dicaearchia (Pozzuoli) di dekat Naples, Italia. Bangsa Romawi kemudian meningkatkan penggunaan dan metode untuk membuat apa yang dikenal sebagai pozzolan mortar dan semen . Bahkan kemudian, orang Romawi menggunakan mortar tanpa pozzolan menggunakan bahan keramik yang di hancurkan, yang mengandung aluminium oksida dan dioksida silikon di campuran keramik tersebut. Mortar ini tidak sekuat mortar pozzolan, tapi, karena lebih padat, maka lebih dapat menahan reaksi dengan air.

Hal yang tidak di mengerti mengapa seni membuat mortar dan semen hidrolis, yang disempurna dan digunakan secara luas oleh orang Yunani dan Romawi, kemudian hilang selama hampir dua milenia.
Selama Abad Pertengahan ketika gothik katedral sedang dibangun, hanya dengan menggunakan kapur sebagai bahan aktif mortar. Setelah selesai mortar kapur dapat terdegradasi oleh kontak dengan air, struktur banyakmengalami kerusakan oleh hujan dan tertiup angin selama berabad-abad.

PT. TAMA REKA PARAMUDA

• Umbu


• Tommy


• Amus








April, 2014
MSSR KJS
  12345
6789101112
13141516 171819
20212223242526
27282930   





015919

Pengunjung hari ini : 9
Total pengunjung : 5374

Hits hari ini : 10
Total Hits : 15919

Pengunjung Online: 1